Israel Kecam Mahkamah Internasional

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam Mahkamah Internasional (ICC) yang hendak mengusut dugaan kejahatan perang terhadap Palestina. Netanyahu menuduh ICC dengan sentimen anti-Yahudi karena melakukan hal itu.

"Mahkamah Internasional di Den Haag sudah berubah menjadi kekuatan politik untuk melawan Israel. Kita akan terus melawan mereka. Kita akan berjuang untuk hak dan sejarah kita," kata Netanyahu di Yerusalem.

Netanyahu mengatakan argumen yang menuduh Israel melakukan diskriminasi terhadap warga Palestina berakar dari sentimen anti-Yahudi. Dia mengatakan menduga kuat Mahkamah Internasional mendasarkan pendapat mereka atas kegiatan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang sampai saat ini dianggap sebagai pendudukan terhadap wilayah Palestina.

"Ini adalah hari yang kelam untuk kebenaran dan keadilan," jelasnya.

Netanyahu menyatakan Mahkamah Internasional tidak mempunyai kewenangan hukum untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi di wilayah Palestina. Dia berpendapat hal itu hanya bisa dilakukan untuk memeriksa petisi yang diajukan oleh negara berdaulat.

Mahkamah Internasional memiliki wewenang menyidangkan kasus kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di 123 negara yang menjadi anggota. Israel sampai saat ini belum bergabung menjadi anggota ICC, tetapi Palestina sudah menjadi anggota. (*)

BERITA REKOMENDASI