Israel Tak Akan Bongkar Metal Detektor di Al Aqsa

Editor: Ivan Aditya

YERUSALEM, KRJOGJA.com – Pernyataan Israel yang tidak akan membongkar detektor metal yang terpasang di gerbang masuk kompleks suci Al-Aqsa memicu bentrokan paling berdarah dengan Palestina dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Israel menyatakan akan mengurangi penggunaan detektor metal itu.

Ketika para petinggi militer Israel memperingatkan bahwa ketegangan di wilayah itu bisa meningkat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertimbangkan adanya alternatif akses masuk yang ditempatkan di gerbang masuk kompleks Al-Aqsa. Sebelumnya, dua polisi Israel ditembak mati di loaksi itu pada 14 Juli 2017 lalu.

Akan tetapi, kubu sayap kanan pemerintahan Netanyahu khawatir langkah alternatif itu akan dipandang sebagai bentuk kekalahan melawan tekanan Palestina. Yahudi memuja situs itu sebagai sisa dua kuil kuno mereka yang berada di Yerusalem Timur. Situs itu sudah dicaplok Israel sejak peperangan tahun 1967 dan dijadikan ibukotanya namun tidak diakui secara internasional.

”Detektor metal akan tetap terpasang. Para pembunuh tidak akan pernah mengajari kami bagaimana cara mencari pembunuh. Jka orang Palestina tidak ingin memasuki masjid, jangan biarkan mereka memasuki masjid (Al-Aqsa),” ujar Tzachi Hanegbi, Menteri Urusan Pengembangan Regional Israel dan anggota senior partai yang berkuasa, Likud.

Kecewa dengan apa yang mereka nilai sebagai kekerasan dan pelanggaran atas akses terhadap situs suci ketiga umat Islam, warga Palestina menolak memasuki komplesks suci Al-Aqsa dengan terlebih dahulu melewati detektor metal. Mereka pun menggelar salat berjamaah di jalanan dan berdemonstrasi.

Tim medis Palestina menyebut, personel keamanan Israel telah menembak mati tiga demonstran pada Jumat 21 Juli 2017 lalu. Sementara itu, korban keempat yang merupakan warga Palestina di Yerusalem juga tewas pada sabtu 22 Juli 2017 saat bahan peledak yang dibautnya meledak. (*)

BERITA REKOMENDASI