Israel Tak Mungkin Damai dengan Palestina

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, menganggap mekanisme perdamaian dengan Palestina yang tengah disusun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak berguna karena kedua negara tak mungkin berdamai.

"Meskipun saya menginginkan perdamaian seperti orang kebanyakan, saya hanya tetap ingin realistis, dan saya tahu di masa sekarang tidak mungkin," ucap Shaked.

Shaked menganggap inisiatif Trump itu tetap hanya akan membuang-buang waktu karena perbedaan antara Israel dan Palestina terlalu besar. "Saya pikir perbedaan antara warga Israel dan Palestina terlalu besar untuk bisa ditengahi atau dijembatani," kata Shaked.

Shaked merupakan politikus partai ekstrem kanan Jewish Home. Dia juga merupakan salah satu tangan kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di kabinet.

Shaked dan sebagian besar anggota Jewish Home secara terbuka mengungkapkan penolakan mereka atas solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Solusi tersebut menyepakati bahwa Israel dan Palestina bisa berdiri sebagai negara yang memiliki wilayah kedaulatan masing-masing dan hidup secara berdampingan dengan damai.

Proses perdamaian yang telah berjalan selama puluhan tahun itu mandek, bahkan dianggap mengalami kemunduran terutama setelah AS secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI