Isu Israel Caplok Tepi Barat Palestina Didorong untuk Dibahas ke DK PBB

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia meminta Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI) untuk membawa persoalan janji PM Israel yang hendak mencaplok Tepi Barat Palestina ke sidang Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB.

"Indonesia mengusulkan kepada OKI agar isu ini dibawa ke Majelis Umum PBB (UNGA) dan Dewan Keamanan PBB," kata Febrian Ruddyard, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI di Jakarta, awal pekan ini.

Febrian, pada 15 September, baru selesai menghadiri sidang luar biasa tingkat menteri OKI di Jeddah, selaku utusan Menteri Luar Negeri RI.

Sidang, yang diusulkan oleh Arab Saudi, digelar untuk merespons rencana PM Israel Benjamin Netanyahu, yang menyuarakan janji kampanye berupa "menetapkan kedaulatan Israel atas Tepi Barat dan Lembah Yordan." Kampanye dilakukan jelang Pemilu Israel pada 17 September 2019.

OKI, kata Ruddyard, memiliki posisi yang cukup kuat di Majelis Umum PBB serta Dewan Keamanan untuk melawan langkah PM Israel.

"Anggota OKI ada yang saat ini sedang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan, yakni Indonesia dan Kuwait. Sementara semua anggota OKI duduk di Majelis Umum. Jadi cukup kuat," jelasnya.

Pada sidang luar biasa di Jeddah, OKI mengecam keras rencana terbaru PM Netanyahu. Organisasi itu menyatakan bahwa Israel menerapkan kebijakan kolonial di wilayah pendudukan untuk negara masa depan Palestina.

Janji kampanye Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat juga "berbahaya dan sengaja melepahkan upaya internasional untuk perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara," bunyi pernyataan bersama OKI, seperti dikutip dari kantor berita Palestina, WAFA.

Pertemuan dan penyampaian sikap OKI dilaksanakan beberapa hari sebelum pembukaan rangkaian acara Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, yang akan berlangsung pada 17-24 September 2019.(*)

BERITA REKOMENDASI