Jamaah Haji Indonesia Menuju Arrafah

Editor: Ivan Aditya

MAKKAH, KRJOGJA.com – Setelah subuh di tanggal 9 Dzulhijah 1443 H, jemaah rombongan 1-4 Kloter 20 SOC telah bersiap-siap untuk diberangkatkan ke Arafah dari tenda Mina setalah sehari sebelumnya mengikuti Tarwiyah. Sekitar jam 6.15 WAS jamaah mulai berangkat ke Arafah. Kurang lebih menempuh perjalanan 20 menit tibalah di padang Arafah. Sementara jamaah kloter SOC 20 yang tidak mengikuti Tarwiyah telah berada di tenda berangkat dari Mekah sehari sebelumnya.

Tiba di tenda Arafah jemaah merasa sangat bersyukur. Pohon-pohon Soekarno tampak berjajar di sekitar padang Arafah. Tenda Arafah seperti halnya di Mina selain beralas karpet juga dilengkapi dengan kasur, bantal dan selimut. Makan pagi menyambut para jemaah. Selain itu jemaah juga mendapatkan payung dan kantong tempat kerikil.

Arafah bersuhu 42 derajat saat wukuf akan dimulai. Khutbah wukuf disampaikan oleh ustad Budi Setiawan. Ustad Budi mengajak para jemaah agar senantiasa memanjatkan syukur kpd Allah atas nikmat hari ini yang telah sampai pada padang Arafah untuk memenuhi panggilanNya.

Lebih lanjut ustad menyampaikan bahwa para jemaah hadir di padang Arafah, Allah turun langit dunia, kemudian Allah berfirmann pada malaikat lihatlah hamba-hambaku datang ke sini. Allah membanggakan hambanya yang telah datang dari berbagai penjuru dunia pada para malaikat.

Jemaah mendengarkan dengan khusuk dan menangis. Sungguh Allah memberi ampun kepada mereka. Meskipun dosanya sangat besar.

Selain itu disampaikan juga bahwa tidak ada hari-hari melepaskan hambanya dari neraka kecuali di hari Arafah, Allah mengabulkan doa hamba-hambaNya dan mengampuni dosa hamba-hambaNya. Ustad juga mengingat saat besok di Padang Mahsyar dan mengingatkan untuk mempersiapakan bekal akhirat dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut juga dijelaskan tentang 8 golongan manusia yang mendapat naungan dari dahsyatnya padang Mahsyar. Untuk itu ustad mengajak para jemaah mulai hari ini untuk mementingkan kehidupan akherat dan berhati-hati dalam kehidupan sebagaimana kehati-hatian dalam menjaga aurat dari tersingkapnya pakaian ihram.

Saat doa dipanjatkan di akhir khutbah suasana khusuk yang terbangun sejak awal bertambah suasana haru. Para jemaah menangis dalam doa-doa yang dipanjatkan di hari ini di Padang Arafah.

Khutbah di akhiri dengan sholat dzuhur dan ashar jamak takdim qashar berjamaah. Dilanjutkan doa oleh bapak Banun al Hamid yang kembali membuat para jemaah tersedu-sedu. Selanjutnya jemaah berdoa masing-masing, berdoa untuk diri sendiri, titipan doa-doa dari teman, sanak saudara dan berdoa untuk negara serta muslimin muslimat sedunia. (*)

BERITA REKOMENDASI