Jelang Gencatan Senjata, Aleppo Masih Membara

Editor: Ivan Aditya

DAMASKUS (KRjogja.com) – Menjelang gencatan senjata di Suriah yang akan dimulai pada Idul Adha, Senin (12/09/2016), pertempuran antara pasukan pemerintah dan oposisi masih belum dihentikan. Bahkan, serangan udara pun masih berlangsung beberapa jam menjelang gencatan senjata dimulai.

Serangan di utara provinsi Aleppo menewaskan 75 orang dan serangan udara di provinsi tetangganya, Idlib, menewaskan 39 orang. Sehingga jumlah total korban tewas menjadi 114 orang.

Kelompok oposisi mengatakan, pasukan Assad patut disalahkan karena telah melanggar kessepakatan gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat dan Rusia. AS dan PBB selama ini berusaha mendamaikan perang saudara di negara yang berbatasan dengan Iran dan Israel tersebut. Namun kehadiran Rusia dan Iran yang terang-terangan membela rezim Bashar Al Assad membuat perdamaian di negara tersebut sulit diwujudkan.

Rusia dan Iran kerap membuat manuver yang bertentangan dengan hasil konferensi damai Suriah yang menyerukan Assad harus lengser. Presiden Assad menolak seruan tersebut. Meskipun posisi Assad saat ini sudah terisolasi, keberpihakan Rusia dan Iran membuat Assad percaya diri akan tetap bisa mempertahankan rezimnya.

Otoritas lembaga pemantau HAM Suriah yang berbasis di London mengatakan, banyak kalangan pesimis gencatan senjata yang dimediasi AS dan Rusia tersebut akan dipatuhi. Pasalnya, pertempuran terbaru menunjukkan bahwa kelompok berseteru di Suriah tak menghormati putusan gencatan senjata tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI