Jemaah Didorong ke Mekkah, Singgah di Jumum untuk Penempatan Zonasi

MADINAH, KRJOGJA.com – Kloter pertama jemaah haji gelombang I yang ada di Madinah akan didorong ke Mekkah mulai Minggu (14/7/2019) pukul 14.00 WAS.

Rombongan pertama yang akan digeser yakni Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB) yang berjumlah 449 jemaah. Kedua Embarkasi Batam (BTH) 1 sebanyak 448 jemaah diberangkatkan pukul 16.00 WAS dan ketiga Embarkasi Batam (BTH) 2 sebanyak 448 jamaah didorong pukul 16.00 WAS.

"Masing-masing kloter akan digunakan 10 bus," ucap Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, Sabtu (13/7).

Menghadapi fase ini, pihaknya telah memberikan imbauan, yakni barang yang diangkut dalam proses keberangkatan tersebut berupa koper besar, tas kabin dan kursi roda.

"Selain barang tersebut tidak akan diangkut," tegas Jauhari.

Selanjutnya, seluruh koper besar harus sudah siap di lobi hotel paling lambat empat jam sebelum jadwal keberangkatan dan disusun sesuai rombongan.

"Jemaah beserta tas kabin harus sudah siap di masing-masing lantai hotel tiga jam sebelum jadwal keberangkatan dan akan diatur kemudian untuk turun ke lobi hotel, selanjutnya naik bus sesuai dengan rombongan," lanjutnya.

PPIH Daker Madinah juga sudah melakukan persiapan seperti dokumen sebagai pesrsyaratan mutlak dan harus lengkap ketika jemaah akan didorong dari satu titik ke titik lainnya. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Muassasah Adila untuk pengecekan dokumen guna memastikan 450 jemaah yang akan diberangkatkan seluruh dokumennya ada.

"Sebab jika tidak ada, tidak dapat diberangkatkan bersamaan dengan kloternya. Alhamdulillah untuk pemberangkatan hari pertama hingga ketiga seluruh dokumen sudah dicek petugas PPIH Arab Saudi Daker Madinah maupun ketua kloter masing-masing yang akan diberangkatkan," ungkap Jauhari.

Untuk jemaah yang sakit atau dirawat di RS, tidak akan diberangkatkan bersama rombongan. Kecuali secara medis jemaah mampu melakukan perjalanan jauh karena jarak Madinah ke Mekkah cukup jauh sekitar 400 km sehingga butuh waktu 6-7 jam. 
"Kondisi fisik jemaah menjadi perhatian. Ketika ada jemaah yang tidak mungkin melakukan perjalanan jarak jauh, akan dievakuasi tersendiri," sebutnya.

Sebelum masuk Kota Mekkah akan ada check point atau pemeriksaan terhadap kedatangan jemaah di wilayah Jumum. Pada proses ini akan terlihat jemaah nantinya ditempatkan di hotel dan wilayah mana yang sudah ditentukan zonasinya. Akan ada petugas Muassasah Attawafa Mekkah yang mengawal rombongan menuju hotel. (Feb)

BERITA REKOMENDASI