Jemaah Diimbau Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan

MAKKAH, KRJOGJA.com – Cuaca yang panas di Arab Saudi harus disikapi jemaah haji dengan baik. Tidak memaksakan beraktivitas di tengah terik matahari dan membiasakan diri minum air putih sebanyak-banyaknya. Himbauan tersebut yang tidak henti-hentinya disuarakan petugas kepada jemaah haji.

Namun begitu, banyak jemaah yang kurang mengindahkan imbauan tersebut. Jika tetap memaksakan diri, akibatnya bisa fatal, terlebih bagi jemaah lansia. Fisik yang melemah karena terlalu banyak aktivitas ditambah kurang minum membuat tubuh rentan dehidrasi yang sangat beresiko.

Hal tersebut yang terjadi pada salah seorang jemaah lansia asal Embarkasi Surabaya. Kejadian ini juga menjadi pengalaman yang dialami langsung penulis dan tidak akan terlupakan. Jemaah dari Kloter 63 SUB tersebut tiba-tiba pingsan saat ingin mendaki Jabal Rahmah, Rabu (31/7) siang.

Suasana mendadak panik. Di tengah bebatuan terjal dan di bawah terik, suasananya sangat tidak menguntungkan. Apalagi, kejadian tersebut berada tidak jauh dari posisi penulis yang menjadi bagian Tim Media Center Haji (MCH) 2019 berdiri. Sontak saja penulis bersama beberapa teman MCH Daker Madinah yang sedang berada di kawasan Arafah untuk melihat persiapan puncak haji langsung menghampiri.

Karena kegiatan tersebut tidak termasuk agenda ziarah yang difasilitasi pemerintah, sehingga tidak ada tim medis di lokasi. Alhasil, tim MCH yang menjadi perwakilan petugas PPIH di lokasi kejadian langsung ambil peran. Penulis ikut terlibat langsung mengevakuasi jemaah yang kondisinya sudah tidak menguntungkan dengan berantai dari atas bukit.

Ketika sadar tidak ada tim medis, tim MCH langsung ambil keputusan membawa jemaah tersebut ke rumah sakit dengan mobil operasional. Karena lebih dekat ke KKHI Makkah, jemaah langsung dibawa ke klinik haji Indonesia tersebut. Sesampainya di situ, melihat kondisi, langsung dirujuk ke RS An Nur Makkah. Tidak selang lama, tim MCH mendapat kabar ibu-ibu jemaah yang baru saja ditolong meninggal dunia. Hal itu membuat semua langsung tertunduk lesu, termasuk tim MCH perempuan menangis.

"Saat sampai di KKHI kondisi pasien sudah Apnea (gagal nafas). Jadi langsung kami bawa ke RS Arab Saudi untuk mendapatkan pertolongan optimal," kata penanggung jawab medis KKHI Makkah dr Meity Ardiana.

Menurutnya, pasien kecapekan karena cuaca berbeda yang berbeda dengan di Indonesia. Pihaknya meminta pada jemaah untuk lebih mementingkan ibadah wajib dibanding menjalankan sunah yang justru berdampak buruk pada diri sendiri.

Terpisah Kepala Daker Makkah Subhan Chalid mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar gedung. Apalagi, fase puncak ibadah haji juga semakin dekat. 

"Saat ini cuaca di Makkah cukup panas. Kami berharap jemaah dapat bijak mengatur aktivitas di luar ruangan. Kurangi atau bahkan jangan lakukan aktivitas yang dapat terkena paparan sinar matahari langsung. Jemaah sebaiknya fokus untuk menyiapkan stamina agar dapat melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah nanti," imbuhnya. 

Subhan juga mengingatkan jemaah untuk mencukupi kebutuhan istirahat serta nutrisi jelang puncak haji. "Hemat tenaganya. Sementara jangan lakukan umrah sunah berulang, ziarah dan sebagainya. Jaga pola istirahat dan makan. Ingat, bahwa haji itu kuncinya adalah wukuf di Arafah. Dan ini memerlukan stamina yang baik," tegasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI