Jerman Hindari Perang Dingin dengan Rusia

Editor: Ivan Aditya

JERMAN, KRJOGJA.com – Pakar pemerintah Jerman untuk urusan Rusia, Gernot Erler, mengatakan Berlin ingin tetap menjaga dialog dan menghindari perang dingin dengan Moskow meski ikut mengusir sejumlah diplomat Rusia karena kasus peracunan eks agen ganda, Sergei Skripal, di Inggris pada awal Maret lalu.

Erler mengatakan pengusiran empat diplomat Rusia dari negaranya hanya simbol solidaritas terhadap Inggris. Walau begitu, dia mengatakan jalur komunikasi dengan Kremlin tetap terbuka.

"Kami memiliki posisi jelas dan tidak tergoyahkan. Tapi kami tetap ingin menjaga dialog dengan Moskow. Kita harus melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mencegah perang dingin dengan Rusia," kata Erler.

Sedikitnya 22 negara Uni Eropa dan di luar blok regional itu memutuskan ikut mengusir sejumlah diplomat Rusia sebagai konsekuensi atas keterlibatan Kremlin dalam kasus peracunan Skripal 4 Maret lalu di Salisbury. Langkah tersebut dipelopori Inggris yang telah lebih dulu mengusir 23 diplomat Rusia dari negaranya.

Jerman memutuskan ikut mengusir empat diplomat Rusia setelah ada keputusan konsensus antara partai konservatif Kanselir Angela Merkel, Serikat Demokrasi Kristen Jerman (CDU) dan partai kiri Sosial Demokrat (SPD). Namun, partai oposisi Alternartif Jerman (AfD) mengecam pengusiran diplomar Rusia itu karena disebut merugikan Jerman.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyerukan Rusia agar mau bekerja sama dalam penyelidikan kasus Skripal. Namun, Presiden Vladimir Putin berkeras membantah keterlibatan negaranya dalam insiden itu. (*)

BERITA REKOMENDASI