Jika China Benar-benar Perang, Bakal Berhadapan dengan Australia

Editor: Ivan Aditya

AUSTRALIA, KRJOGJA.com – Hubungan China dan India kini tengah memanas. Kedua negara bahkan telah menyiapkan kekuatan militer dan sewaktu-waktu bisa pecah peperangan di medan pertempuran.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan sejumlah pasukan Chiina telah pindah ke Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control) yang memisahkan kedua negara. Bulan Mei 2020 lalu, pertempuran lintas perbatasan yang agresif antara pasukan Tiongkok dan India mengakibatkan cedera ringan pada pasukan.

Ditengah ketegangan dengan China, India malah menandatangani perjanjian militer bersama Australia. Perjanjian militer yang disebut Australia – India Mutual Logistics Support Arrangement and the Defence Science and Technology Implementing Arrangement itu disebut-sebut untuk meperkuat hubungan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik dan seluruh dunia.

“Kami berkomitmen untuk peran Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, makmur dan India di kawasan itu, kawasan kami akan menjadi sangat penting di tahun-tahun mendatang,” kata Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

Perjanjian tersebut mengikat kedua negara untuk memperdalam integrasi militer melalui latihan yang lebih kompleks dan memberikan keduanya akses ke pangkalan satu sama lain dalam dukungan logistik. Dengan peta kerjasama tersebut bisa diartikan Australia akan berada di pihak India jika negara itu sewaktu-waktu akan bertempur melawan China. (*)

BERITA REKOMENDASI