JK Pidato di PBB, Teguhkan Semangat Multilateralisme

AMERIKA SERIKAT, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mendapat giliran kedua unuk berbicara di General Debate Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (27/9/2019) waktu setempat di General Assembly Hall, Gedung PBB. JK berbicara setelah Presiden Republik Mauritius, Pillay Vyapoory.

Dalam kesempatan tersebut, JK menyampaikan bahwa Indonesia menjunjung tinggi prinsip multilateralisme yang diusung oleh PBB sejak dulu. Menurutnya, dengan prinsip ini, kedamaian dunia akan terjaga. "Kami meminta untuk setiap negara juga menghargai prinsip multilateralisme yang sudah diterapkan oleh PBB karena PBB terbentuk dari prinsip multilateralisme," ucapnya di depan ratusan pemimpin negara yang menghadiri United Nations General Assembly (UNGA) ke-74.

JK menjelaskan keberhasilan PBB tergantung bagaimana anggotanya memperkuat diri untuk meningkatkan perdamaian dan kesejahteraan. Pasalnya, kita hidup dalam dunia yang komplek dan memiliki tantangan serius. "Di saat seperti ini, kita harus berdiri bersama dan memperkuat multilateralisme karena baik negara kecil maupun besar tak akan bisa menyelesaikannya sendiri," kata JK.

JK turut menyinggung isu Palestina saat menyampaikan pidatonya tersebut. Masalah di Palestina membutuhkan persetujuan dua belah pihak. "Jika tidak ada persatuan, kita hanya menghabiskan tenaga dan solusinya tidak akan pernah komplit," paparnya. Selain mengingatkan untuk meneguhkan keberagaman, JK mengapresiasi kekuatan yang kini dimiliki oleh ASEAN. Selama 50 tahun, ASEAN selalu berupaya untuk berdialog untuk mencapai kesepakatan.

Ia juga mengutip sebuah pepatah dari Afrika yang cukup terkenal. Pepatah tersebut dirasa pas untuk menggambarkan keadaan yang ada saat ini. "Ada pepatah dari Afrika yang bisa diikuti, yakni "if you want to go fast, you go alone, if you want to go far, you go together (Jika kamu ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri.

Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama)," ungkap JK. Pernyataan ini kemudian disetujui oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hingga Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di setiap pidato mereka masing-masing.

Sebelum menyampaikan pidato di General Debate, JK sempat bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Khan menyampaikan rasa puasnya atas kerjasama yang terbentuk antara Indonesia dan Pakistan. Tahun lalu, Presiden Joko Widodo sempat mengunjungi Pakistan dan diterima langsung oleh PM Khan.

"Saya menyampaikan kepuasan atas pertumbuhan ikatan persaudaraan dan kolaborasi subtantif antara Indonesia dan Pakistan di berbagai bidang," ucap Khan sesuai dengan keterangan resmi yang diterima KRJOGJA.com dari Juru Bicara PM Pakistan. Khan juga mengapresiasi keputusan Dewan Keamanan PBB, dimana Indonesia menjadi anggota non-permanen, yang memprioritaskan solusi untuk Kashmir. (M-1)

BERITA REKOMENDASI