Kamerun Keluarkan Larangan Menyetir Malam Hari

Editor: Ivan Aditya

KAMERUN, KRJOGJA.com – Para pengemudi di salah satu provinsi di Kamerun yang penduduknya mayoritas berbahasa Inggris, dilarang mengendarai kendaraan selama sebulan setelah meningkatnya ketegangan antara pemerintah dan kelompok separatis.

Pada lima dari enam distrik di area Barat Daya, kendaraan juga tidak diperbolehkan melintas pada pukul tujuh malam hingga enam pagi. Pengecualian untuk ambulans, mobil polisi, serta mobil pejabat pemerintah.

Larangan yang dimulai pada awal bulan ini akan berlangsung selama 30 hari, demikian dinyatakan gubernur setempat, Bernard Okalia Bilai. Desakan kemerdekaan dari negara yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis itu telah menimbulkan keresahan pada dua provinsi, yang memiliki seperlima dari total 23 juta penduduk Kamerun.

Penduduk berbahasa Inggris di dua provinsi itu merupakan minoritas dan warisan dari periode penjajahan di Afrika. Desakan kemerdekaan itu muncul karena ada anggapan diskrimasi oleh penduduk mayoritas.

Di area Barat Daya, belasan orang terbunuh sementara puluhan ribu lainnya mengungsi ke Nigeria setelah gelombang protes anti-pemerintah. Situasi ini memburuk di akhir Januari, ketika 47 anggota kelompok separatis, termasuk di antaranya seorang pemimpin bernama Sisiku Ayuk Tabe, ditangkap di Nigeria dan kemudian dikirim pulang ke Kamerun. Gelombang protes pun kembali menggelora. (*)

BERITA REKOMENDASI