Kandidat Calon Bupati dan Wabup Belum Umumkan Pasangan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dampak politik biaya tinggi membuat para kandidat bupati dan wakil bupati (wabup) yang akan maju dalam Pilkada Sleman 2020 belum ada yang secara terang-terangan mengumumkan pasangannya. Sekarang ini para kandidat masih saling intip sambil menunggu rekomendasi dari partai politik.

Dosen Fisipol UGM Dr Hempri Suyatna mengatakan, seorang kandidat yang akan maju sebagai calon bupati maupun wabup bukan rahasia lagi harus mempunyai dana besar. Salah satunya untuk membeli tiket dari partai politik dan sosialisasi.

Baca juga :

Desain Tol Yogya Berpeluang Diubah, Simpang Monjali Bakal Hilang
Malioboro Bakal jadi Kawasan Bebas Rokok

"Politik biaya mahal ini menghambat kader potensial baik dari internal partai maupun birokrat maju sebagai calon kepala daerah," katanya di rumahnya.

Menurut Hempri, biaya politik yang cukup mahal itu juga mempengaruhi kandidat untuk mengumumkan pasangan dalam Pilkada pada September 2020. Selain itu kandidat harus menunggu rekomendasi dari parpol sebagai tiket untuk maju pesta rakyat lima tahunan ini.

"Memang ada beberapa kandidat mendeklarasikan akan maju sebagai bakal calon bupati maupun Wabup. Tapi mereka belum 'all out' turun ke bawah karena masih saling intip calon dari partai lain. Selain itu, strategi ini untuk menghindari politik biaya tinggi dan menyimpan amunisi," terangnya.

Hempri berharap, dalam Pilkada nanti muncul kandidat yang mampu membawa Sleman menjadi lebih baik dan ada loncatan perubahan. Selain itu mempunyai visi dan misi yang jelas, kreatif dan dekat dengan rakyat karena Sleman memiliki wilayah yang potensial.

"Sleman itu memiliki SDM dan SDA yang luar biasa. Tapi selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan Sleman menjadi lebih baik. Kami sangat berharap, kandidat kepala daerah nanti memiliki inovasi dan jaringan yang luas baik nasional maupun internasional, " ucap Hempri.

Di samping itu, partai politik dalam memberikan rekomendasi tidak hanya memilih kandidat yang memiliki uang dan dekat dengan petinggi partai. Namun partai politik harus memilih calon yang mempunyai track record jelasnya.

"Supaya nanti masyarakat dalam memilih calon jangan seperti kucing dalam karung. Tapi calon yang dipilih sudah dikenal rakyat dan punya integritas," tuturnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI