Kasus Pembunuh Kakak Kim Jong-un, Siti Aisyah Kembali Disidang

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Mulai Senin, 22 Januari 2018, para terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, kembali menjalani proses peradilan di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah tujuh minggu reses.

Dilansir dari laman Time, Siti Aisyah (25) asal Indonesia dan Doan Thi Huong (29) asal Vietnam, dituduh mengolesi wajah Kim Jong Nam dengan cairan racun pembunuh syaraf, di tengah keramaian terminal kedatangan di Kuala Lumpur International Airport, 13 Februari 2017 lalu.

Hanya mereka berdua yang jadi terdakwa, meskipun jaksa penuntut menyebut empat warga Korut turut terlibat, namun telah lebih dulu meninggalkan Malaysia sesaat setelah kejadian.

Jaksa penuntut dikabarkan memilih fokus untuk membuktikan kesalahan dua tersangak tersebut, dibanding mencari motif politik di balik pembunuhan tersebut.

Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, mengatakan akan berupaya mencari bukti-bukti keterlibatan pemerintah Korut dalam kasus pembunuhan terkait. Namun hingga saat ini, sebagian besar upaya pembelaan tersebut lemah karena lenyapnya beberapa barang bukti penting, seperti salah satunya adalah ponsel milik Kim Jong Nam, yang dapat memberikan petunjuk mengapa ia dibunuh.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa ponsel dan mayoritas barang milik Kim Jong Nam, bersama dengan jasadnya, telah dikembalikan ke Korut beberapa setelah hari pembunuhan terkait.

"Isi dari ponsel tersebut sangat penting untuk mengetahui bagaimana ia (Kim Jong Nam) tiba di bandara, dengan siapa ia berinteraksi di Malaysia, dan hal-hal penting lainnya. Hingga sekarang, belum ada bukti kuat yang menjelaskan teka-teki ini. Kami menduga kuat ini adalah pembunuhan atas nama politik karena keterlibatan yang terlalu jauh oleh Kedutaan Besar Korut untuk Malaysia," jelas Gooi kepada Associated Press.

Seorang saksi polisi mengatakan bahwa mobil yang digunakan untuk mengangkut kedua tersangka menuju bandara adalah milik Kedutaan Besar Korut.

Pengadilan juga mendengar kesaksian lain yang menyebut seorang petugas kedutaan terkait menemui kedua tersangka sebelum terbang melarikan diri ke Pyongyang.(*)

BERITA REKOMENDASI