Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Berbuntut Pemecatan Menlu Arab Saudi?

ARAB SAUDI, KRJOGJA.com – Menteri Luar Negeri Arab Saudi (Menlu) Adel al-Jubeir dikabarkan telah dicopot dari jabatannya pada pekan ini. Proses tersebut dilakukan dalam perombakan kabinet secara langsung oleh pemimpin negara itu, Raja Salman.

Jubeir akan dipindahkan untuk menjabat sebagai menteri negara untuk urusan luar negeri, suatu jabatan setingkat lebih rendah yang tidak memiliki wewenang sebagai juru bicara negara.

Adapun posisi Menlu Arab Saudi, sebagaimana dikutip dari BBC pada Jumat (28/12/2018), akan digantikan oleh Ibrahim al-Assaf, politikus yang terakhir kali menjabat sebagai menteri keuangan negeri kaya minyak itu.

Menurut Marwan Kabalan, Kepala Analisis Kebijakan di Pusat Arab untuk Penelitian dan Studi Kebijakan, langkah itu tidak mengejutkan karena al-Jubeir dipandang sebagai "sisa dari era (almarhum) Raja Abdullah", merujuk pada mantan raja Saudi sebelumnya yang meninggal pada 2015.

"Kami sudah memperkirakan al-Jubeir akan segera dikeluarkan, bahkan sebelum kasus kematian Khashoggi," kata Kabalan kepada situs berita Al Jazeera.

Sementara itu, otoritas di Riyadh mengakui pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi disebabkan oleh operasi, yang mereka gambarkan dilakukan oleh "elemen jahat".

"Dicopotnya al-Jubeir, saya pikir, berada dalam waktu tepat ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman ingin mencari kambing hitam secara diam-diam," ujar Kabalan.

"Karena konsulat jenderal Saudi di Istanbul sangat terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, sudah pasti al-Jubeir masuk dalam operasi penyelidikan. Kemungkinan dia dicopot untuk mengecoh," lanjutnya beropini.(*)

BERITA REKOMENDASI