Ke Bangladesh, Ini Hasil yang Disepakati Presiden Jokowi

BANGLADESH, KRJOGJA.com – Indonesia dan Bangladesh sepakat untuk terus memperkokoh kerja sama ekonomi dan menciptakan peluang kerja sama baru.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Kantor Perdana Menteri Bangladesh, Dhaka, Minggu, 28 Januari 2018.

“Saya gembira dalam beberapa waktu terakhir ini, hubungan Indonesia-Bangladesh semakin intensif termasuk peningkatan kerja sama di bidang ekonomi,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Di bidang ekonomi, beberapa perkembangan positif terjadi pada kerja sama antar kedua negara. Salah satunya adalah nilai perdagangan pada 2017 yang menunjukkan peningkatan sebesar 25,96 persen atau senilai US$ 1,53 miliar.

“Saya menyambut baik kesepakatan untuk menegosiasikan PTA. Saya juga mengharapkan hambatan-hambatan perdagangan dapat dihilangkan demi arus perdagangan yang lebih besar dan saling menguntungkan,” kata dia.

Di bidang energi, Indonesia dan Bangladesh penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai pasokan LNG dari Pertamina ke Petrobangla. Diharapkan pengiriman LNG sudah dapat dilakukan pada tahun ini.

“Indonesia siap mendukung ketahanan energi Bangladesh antara lain melalui pasokan LNG dan batu bara,” lanjut dia.

Sementara itu, di bidang konektivitas, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap Bangladesh yang telah memercayai PT INKA untuk mendukung dalam pengembangan konektivitas Bangladesh. Sudah 400 gerbong yang dipatok PT INKA ke Bangladesh.

“Saya yakin pengiriman kereta akan dapat dilakukan sesuai jadwal. Indonesia siap untuk terus mendukung pembangunan konektivitas di Bangladesh termasuk diperbaharuinya Perjanjian Transportasi Udara untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari 2 menjadi 10 kali seminggu,” jelas dia.

Di bidang Kelautan dan Perikanan, Presiden juga menyambut gembira penandatanganan komunike bersama terkait pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregistered (IUU) Fishing.

“Pemberantasan IUU Fishing akan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan kita dan sejalan dengan komitmen kerja sama IORA sebagaimana tertuang dalam Kesepakatan Jakarta Concord,” ungkap Jokowi.(*)

BERITA REKOMENDASI