Keanekaragaman Hayati untuk Bumi yang Lebih Baik

Di pidato tiga menit itu, Menteri Siti juga menyinggung Indonesia yang berhasil meningkatkan populasi beberapa spesies langka, seperti Badak Jawa, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera dan Curik Bali.

Sementara, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pembukaan mengatakan bahwa ambisi global yang lebih banyak dibutuhkan untuk mencapai target keanekaragaman hayati. “Biar saya perjelas, degradasi alam tidak semata-mata merupakan masalah lingkungan. Ini mencakup ekonomi, kesehatan, keadilan sosial dan hak asasi manusia. Mengabaikan sumber daya kita yang berharga dapat memperburuk ketegangan dan konflik geopolitik,” katanya.

Guterres turut menyinggung kesehatan lingkungan yang diabaikan atau diremehkan oleh pemerintah dan yang lainnya. “KTT ini adalah kesempatan kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada cara lain (untuk menjaga keanekaragaman hayati). Kita harus mengubah arah dan mengubah hubungan kita dengan alam. Dengan hidup selaras dengan alam, kita dapat menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim dan memulihkan energi,” tandas Guterres. (R-1)

BERITA REKOMENDASI