Kebijakan Donald Trump Akan Sulit Diprediksi

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Presiden terpilih AS Donald Trump merupakan sosok pemimpin pragmatis. Banyak janji yang dilontarkannya semasa kampanye lalu tak akan ditepati. Pasalnya, banyak janji tersebut diucapkan Trump hanya untuk mengambil keuntungan sisi psikologis para pemilih AS, khususnya kalangan kulit putih.

Apalagi Trump adalah sosok pengusaha yang membuatnya sudah terbiasa untuk bersikap fleksibel. Oleh karena itu, setelah terpilih menjadi presiden, Trump pun akan fleksibel dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini. Hal ini pula yang membuat semua keributan yang terjadi antara Trump dan elite Partai Demokrat sirna seketika setelah sang miliuner yang masih punya darah Irlandia itu dipastikan mejadi presiden AS. Pidato kemenangan Trump pun bernada lembut, berbeda dengan saat dia masih menjadi calon presiden.

Masalahnya, pragmatisme Trump bisa menimbulkan masalah dari para pendukungnya yang tentu akan menagih janji kampanye. Akan tetapi, sebagaimana sosok pemimpin pragmatis dari negara lain, Trump akan tega untuk melanggar janji kampanyenya sebagaimana dia lakukan saat bertemu dengan Obama.

Dalam even tersebut, Trump yang sebelumnya habis-habisan mengecam kebijakan kesehatan Obama atau Obamacare, justru saat bertemu, memuji garis haluan Obama soal jaminan kesehatan untuk warga AS.

Bahkan,Trump akan mempertahankan sejumlah kebijakan Obamacare. Begitu juga dengan kebijakan imigran. Trump yang mengatakan akan membangun tembok tinggi untuk menghalangi para migran asal negara-negara Amerika Latin masuk ke AS, justru kemarin "melembutkan" rencananya itu dengan mengatakan, dia hanya akan membuat pagar pembatas bukan tembok.

"Saya ini orang konstruksi, jadi saya tahu yang terbaik," ujarnya seperti dilaporkan The Guardian, Senin 14 November 2016.

Ketua DPR AS Paul Ryan yang pada kampanye lalu terang-terangan mengatakan tak mendukung Trump setelah sang miliuner beberapa kali melontarkan pernyataan melecehkan terhadap perempuan, mengungkapkan Partai Republik adalah partai inklusif dan pemimpinnya pun akan bersikap sama. (*)

BERITA REKOMENDASI