Kebijakan Trump Pengaruhi Pariwisata Kuba

Editor: Ivan Aditya

KUBA, KRJOGJA.com – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan sebagian kesepakatan yang dibuat Barack Obama dengan pemerintah Kuba, membuat industri pariwisata negara Fidel Castro gontai.

Trump mengaku heran dengan Obama yang mempermudah kerja sama perdagangan dan perjalanan wisata dengan negara yang dinilainya banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di bawah rezim Castro.

Menurut Trump, kemudahan dagang yang diberikan bagi produk Kuba menuju AS maupun dibukanya akses perjalanan wisata bagi warga AS ke Kuba hanya menguntungkan rezim pemerintahan yang berkuasa di negara tersebut.

Kebijakan baru Trump itu jelas membuat bingung para pemilik hotel, perusahaan perjalanan wisata, dan penyedia layanan booking online. Karena Obama telah memberikan angin segar bagi pelaku industri pariwisata Kuba dengan mengendurkan sejumlah larangan dagang maupun perjalanan sejak awal 2016 silam.

Di bawah aturan baru yang dibuat Trump, seorang pelancong AS tidak bisa lagi berlibur ke Kuba seorang diri. Trump hanya mengizinkan warga negaranya masuk ke negara penghasil cerutu terbaik di dunia tersebut, secara berkelompok dengan difasilitasi oleh operator perjalanan wisata yang ditunjuk negara. (*)

BERITA REKOMENDASI