Kekalahan Partai Antiimigran, Kemenangan Belanda

Editor: Ivan Aditya

BELANDA, KRJOGJA.com – Para pemimpin Eropa bisa bernafas lega pada setelah hasil pemilu di Belanda menunjukkan bahwa politisi liberal Mark Rutte berhasil mempertahankan kekuasaannya setelah menang atas rivalnya, politisi nasionalis dan antiimigran, Geert Wilders.

Kendati hasil perhitungan suara belum 100 persen, kemenangan Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) pimpinan Mark Rutte tak akan berubah. Pasalnya, hasil perhitungan sudah mencapai 93 persen dan VVD berhasil meraup 33 kursi di parlemen, sedangkan rivalnya, Partai untuk Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders, mendapat 20 kursi.

Keberhasilan petahana sebenarnya telah diprediksi sehingga hasil pemilu kali ini tak mengejutkan. Mayoritas warga Belanda tak ingin negara mereka dipimpin oleh politisi yang hanya mengagungkan nilai-nilai Belanda. Komposisi penduduk Belanda yang sangat multikultural setelah negara tersebut dibanjiri migran sejak 1960-an, telah membuat mayoritas warga Belanda menjunjung tinggi pluralisme.

Oleh karena itu, bagi mereka, pemimpin yang jiwa nasionalismenya berlebihan tak pantas untuk memimpin Negeri Kincir Angin tersebut. Bagi mereka ini, sifat Wilders dan partainya mirip dengan partai nasionalis Nazi di Jerman pimpinan Adolf Hitler yang rasis, antiimigran, homofobia dan perilaku diskriminatif lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI