Kelebihan Beban Koper, Masalah Saat Pulang Haji

MADINAH, KRJOGJA.com – Buah tangan yang paling dinantikan usai pulang haji adalah Air Zamzam. Pasalnya, air zamzam asli hanya bersumber di Tanah Suci Makkah.

Hal inilah yang melatarbelakangi aktivitas jamaah haji yang kerap membawa air zam-zam di dalam koper. Namun, itu situasi awal kepulangan jamaah haji. Kini tidak lagi ditemukan air zamzam dalam koper jamaah haji Indonesia.

Menurut Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Pelaksana Ibadah Haji Amin Handoyo, masalah yang selalu timbul sejak awal kepulangan jamaah haji hingga saat ini adalah beban koper jamaah melebihi berat maksimal, 32 kilogram.

Deteksi dini seperti ini diketahui sedari penimbangan di hotel. Jika kelebihan, maka harus dikurangi. “Dan barang lebihnya agar dikirim dengan cara lain, seperti kargo (berbayar),” kata Amin kepada Media Center Haji (MCH), usai meninjau proses pemindaian (x ray) koper jamaah haji di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Menurut Amin, pemahaman dan kepatuhan jamaah akan barang bawaan jauh lebih bagus jika dibanding tahun sebelumnya, baik dari berat maupun jenis barang yang terlarang. “Tidak ada yang kena soal air Zamzam. Tentang barang bawaan, tahun ini lebih bagus,” ungkap Amin.

Amin meyakini, hal ini tidak lepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan para petugas secara gencar, termasuk dari media. Sehingga, para jamaah mengetahui dan mematuhi aturan yang ada.

Pemeriksaan barang bawaan dalam proses pemulangan jamaah menjadi hal yang utama diperhatikan. Sehingga, layanan kedatangan dan kepulangan perlu melakukan pemeriksaan bertahap. (*)

BERITA REKOMENDASI