Kelola Kredit Mikro, RI Berbagi Pengalaman ke Palestina

AMMAN, KRJOGJA.com – Pemerintah Indonesia berbagi pengalaman pengelolaan kredit mikro (microfinance) kepada Palestina. Pengalaman itu dibagikan dalam sebuah seminar pelatihan kredit mikro yang digelar di Amman, Yordania pada 25 – 28 Maret 2018.

Bantuan kerja sama teknik di bidang kredit mikro merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pertumbuhan serta kemandirian ekonomi masyarakat Palestina.

"Program peningkatan kapasitas kepada Palestina merupakan bagian tidak terpisahkan terhadap dukungan Indonesia kepada perjuangan Palestina dalam memperoleh kemerdekaan," kata Duta Besar RI untuk Palestina, Andy Rachmianto pada pembukaan International Workshop on Microfinance for Palestine di Amman, pada 25 Maret 2018, seperti dikutip dari rilis resmi KBRI Amman, Senin (26/3/2018).

Seminar pelatihan itu diikuti oleh 30 peserta dari kalangan pegawai pemerintah, wirausahawan, pekerja sosial, dan pemangku kepentingan kredit mikro di Palestina.

Kegiatan itu sendiri merupakan kerja sama antara Direktorat Kerja Sama Teknik, Ditjen IDP Kementerian Luar Negeri dengan dengan BRI Institute for Microfinance and Financial Inclusion (BRIIM), Wafaa Indonesia, dan KBRI Amman.

Direktur Kerja Sama Teknik, Mohammad Syarif Alatas menambahkan bahwa Palestina merupakan salah satu negara prioritas penerima bantuan kerja sama teknik Indonesia.

"Melalui pelatihan di bidang kredit mikro ini, Indonesia ingin berbagi pengalaman pengelolaan kredit mikro Indonesia dengan Palestina, khususnya dalam meningkatkan usaha kecil dan menengah (UKM)," ujar Syarif.

Hadir pada acara pembukaan pelatihan antara lain Ketua Komite Palestina Parlemen Yordania, Yahya Saud, Ketua Palestine Indonesia Friendship Association (PIFA), Jordan Indonesia Friendship Association (JIFA), perwakilan dari Kedubes Palestina di Amman, Direktur Eksekutif WAFAA Indonesia dan Palestina.

Program kerja sama teknik di bidang kredit mikro ini merupakan salah satu bagian dari sebelas area prioritas pengembangan sumber daya manusia di Palestina sebagaimana yang tertera dalam outcome documents Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) II yang diselenggarakan di Jakarta tahun 2014.

Pelaksanaan workshop itu juga merupakan salah satu bentuk nyata upaya pencapaian Sasaran Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Palestina.

Selama tahun 2007-2018, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan 159 pelatihan peningkatan kapasitas kepada 1.826 warga negara Palestina dalam berbagai bidang. Tanah Air akan terus meningkatkan dan mengembangkan program peningkatan kapasitas bagi Palestina.

Yahya Saud, Senator Yordania keturunan Palestina ini sangat mengapresiasi kegiatan dan dukungan yang terus menerus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam membantu rakyat Palestina.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai komitmen yang tinggi untuk mendukung Palestina dalam memperoleh kemerdekaan abadi yang dicita-citakan.(*)
 

BERITA REKOMENDASI