Kelompok Pembangkang Saudi Dirikan Partai Oposisi

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Sekelompok pembangkang Arab Saudi yang diasingkan di Inggris, Amerika Serikat, dan di tempat lain mengumumkan pendirian partai oposisi, Partai Majelis Nasional. Partai ini akan menjadi perlawan politik terorganisir pertama di bawah pemerintahan Raja Salman.

Sejauh ini tindakan keras terhadap tokoh-tokoh oposisi kerap terjadi di Arab Saudi. Negara yang menerapkan sistem pemerintahan monarki absolut di Timur Tengah ini tidak mentolerir oposisi politik apa pun. Pembentukan Partai Majelis Nasional bertepatan dengan peringatan berdirinya kerajaan.

“Dengan ini, kami mengumumkan pembentukan Partai Majelis Nasional yang bertujuan untuk melembagakan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di kerajaan Arab Saudi,” ujar kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Langkah tersebut menimbulkan tantangan baru bagi para penguasa Arab Saudi, ketika mereka sedang bergulat dengan harga minyak mentah yang rendah dan bersiap menjadi tuan rumah KTT G-20 pada November di tengah pandemi virus corona.

Tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di kerajaan kian diperluas dengan penahanan ratusan pejabat pemerintah termasuk perwira militer dan keamanan.

Mereka menerima tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik sejak Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai pewaris takhta Arab Saudi pada Juni 2017 dan ia tampak ingin mengambil alih warisan ayahnya.

Tindakan keras kian intensif dengan penangkapan dua pangeran senior, Ahmed bin Abdelaziz dan keponakan raja, Mohammed bin Nayef. Penangkapan itu memicu spekulasi tentang kemungkinan upaya kudeta atau kemerosotan mendadak dari kesehatan raja. (*)

BERITA REKOMENDASI