Kemabruran Haji Terefleksi dari Kesalehan Sosial Seseorang

JEDDAH, KRJOGJA.com – Usai pelaksanaan fase Armuzna musim haji 1440H, pemerintah melalui Menteri Agama sudah menggelar exit meeting diikuti pimpinan PPIH Saudi Arabia 2019 bersama delegasi Amirul Hajj.

Baca Juga: Kepulangan Jemaah Haji Gunakan Sistem Eyab 

"Intinya melakukan refleksi evaluasi terhadap progress perkembangan penyelenggaraan haji tahun ini. Meski tentu penyelenggaraan haji tahun ini belum selesai. Tapi setidaknya di tengah penyelenggaraan haji tahun ini, apalagi pasca wukuf bisa mendapatkan hal yang sifatnya pokok untuk dicermati dan dikembangkan ke depan," jelas Menag RI Lukman Hakim Saifuddin usai kegiatan kepada Tim MCH 2019, Sabtu (17/8/2019) malam waktu Arab Saudi.

Menurut Menag beberapa poin masukan dari delegasi Amirul Hajj yang dikembangkan terkait dengan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Haji. Selain itu juga terkait akomodasi, konsumsi, transportasi dan lain sebagainya.

"Kesannya cukup baik. Tinggal sekarang peningkatan pada kualitas ibadahnya. Oleh karenanya saya menyatakan bahwa tahun depan harus kita jadikan tahun peningkatan kualitas ibadah," sebut Lukman.

Untuk itulah ucap Lukman, buku-buku manasik haji harus lebih dilengkapi. Tidak hanya terkait kaifiyah tata cara berhaji. Hal itu tetap dipertahankan, tapi juga ditambah dengan syariah terkait hal-hal yang lebih substantif, krusial dari ritual prosesi haji yang sangat panjang tahapannya ini.

"Jadi pemaknaan mengapa harus wukuf, pemaknaan apa makna tawaf, sai dan lain sebagainya yang sangat kaya. Hal-hal seperti itu yang sangat perlu diberikan dengan porsi yang cukup terkait materi manasik," jelasnya.

Baca Juga: Peringati HUT RI, Jemaah Haji Gelar Aneka Lomba

Sehingga harapannya kemabruran tidak hanya semata diukur dari kesalehan personal, kesalehan individual di sisi ibadah mahdoh semata, tapi juga terefleksikan pada kepedulian sosial dari seluruh jemaah haji. Dengan begitu kesalehan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemabruran.

"Oleh karenanya materi seperti itu perlu lebih ditambah," jelas Lukman. (Feb)

BERITA REKOMENDASI