Kematian Corona Lebih Rendah Dibanding Ebola

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – China mengklaim tingkat kematian akibat virus corona atau Covid-19 tidak setinggi Ebola, SARS, MERS, dan virus besar lainnya. Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa jurnal kesehatan lain, tingkat kematian virus corona per 23 Februari 2020 hanya sebesar 3,3 persen meski epidemi itu telah menewaskan lebih dari 2.600 orang di dunia per hari ini.

“Secara komparatif berbicara tingkat kematian akibat Covid-19 itu rendah. Tingkat fatalitas Ebola 40,4 persen, sementara per hari ini Covid-19 antara 2,3 atau 3,3 persen terus berubah,” kata Xiao.

Xiao memaparkan tingkat kematian SARS juga lebih tinggi dari virus corona yakni sebesar 9,6 persen, sementara MERS dan virus N1H1 masing-masing sekitar 34,4 persen dan 77.6 persen.

Tak hanya itu, Xiao juga mengatakan tingkat kesembuhan pasien pengidap virus corona terus meningkat. Sebagai negara yang memiliki warga positif corona paling banyak, China kata Xiao terus mengembangkan vaksin hingga pengobatan dan perawatan untuk menyembuhkan pasien.

Xiao mengklaim dokter dan ilmuwan di China telah menemukan beberapa obat yang menunjukkan efektifitas dalam menyembuhkan pasien corona.

Beijing, paparnya, masih terus mengembangkan metode dan formula penyembuhan virus corona. Xiao mengakui bahwa menemukan vaksin butuh waktu yang tak sebentar dan prosedur yang kompleks. (*)

BERITA TERKAIT