Kembali Ke Sekolah, Jepang dalam Keadaan Waspada, Ini Sebabnya?

Editor: KRjogja/Gus

TOKYO (KRjogja.com) – Jepang saat ini dalam keadaan waspada karena pelajar sudah mulai kembali masuk sekolah usai libur musim panas. Status waspada di kalangan warganya ini diterapkan karena hari pertama masuk sekolah di Jepang acap kali menjadi waktu meningkatnya percobaan bunuh diri di kalangan remaja.

Berbeda dengan di Indonesia, banyak pelajar di Negeri Sakura yang justru memandang masuk sekolah lagi merupakan hal yang dianggap menegangkan. Sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (2/9/2017) tingkat stres para pelajar Jepang pada hari pertama sekolah meningkat karena ketakutan mereka menghadapi tindakan bully atau perundungan hingga nilai yang buruk dalam ujian.

“Kembali ke sekolah menciptakan rasa waswas,” ujar juru bicara AfterSchool, Kuniyasu Hiraiwa. Sekadar informasi, AfterSchool merupakan organisasi nirlaba yang membantu para orangtua dalam menghadapi tanda-tanda kegelisahan buah hati mereka.

Percaya atau tidak, Jepang merupakan salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi. AFP mewartakan, setiap tahunnya tercatat ada lebih dari 200 ribu orang di Negeri Sakura mengakhiri hidupnya sendiri.

Tidak sedikit di antara yang nekat mengakhiri hidupnya justru berasal dari kalangan muda. Sedikitnya 500 warga Jepang yang berada di bawah usia 20 tahun nekat melakukan bunuh diri setiap tahunnya akibat stres.

Berdasarkan data setempat, 1 September tercatat sebagai waktu dengan tingkat bunuh diri remaja tertinggi di Jepang. Karena itulah banyak pihak yang ramai-ramai menyemangati remaja agar mereka tidak mengambil langkah nekat tersebut.

Salah satunya dilakukan oleh artis populer di Jepang, Shoko Nakagawa. Ia menuliskan pesan, “Jangan mati, Hidup,” di Twitter. Media NHK juga menarik perhatian para orangtua dengan membuat hashtag “pada malam 31 Agustus” agar mereka mengawasi putra-putri mereka ketika kembali ke sekolah.

“Saya menerima email harian atau surat dari remaja yang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri atau mencobanya. Banyak anak tidak merasakan cinta dari orangtua yang sering kurang memberikannya karena mereka sendiri tidak mendapatkannya. Di banyak keluarga, komunikasi (dianggap-red) tidak mencukupi,” ujar penyanyi Jepang, YuYu Horun.

Sejumlah perpustakaan juga mengajak anak-anak yang takut masuk sekolah untuk datang dan belajar di perpustakaan saja. Kebun binatang Ueno Zoo juga mengeluarkan pernyataan di Twitter bahwa anak-anak yang takut boleh meninggalkan sekolah dan datang ke kebun binatang untuk menenangkan diri. (*)

BERITA REKOMENDASI