Kemeleut Semenanjung Korea, China ‘Emoh’ Bertanggungjawab

BEIJING, KRJOGJA.com – Uji nuklir terbaru Korea Utara memperbesar tekanan terhadap China untuk bersikap lebih tegas terhadap tetangganya itu, namun Beijing mengatakan bahwa penyelesaian kemelut Pyongyang bukan sepenuhnya tanggung jawabnya.

China berulangkali mengecam negara Barat dan sekutunya karena selalu mendengungkan "teori tanggung jawab China" untuk gejolak Semenanjung Korea. Beijing juga marah terhadap tindakan Seoul dan Washington, yang dinilai memperparah keadaan dengan menggelar pelatihan militer bersama.

Meski China akan mendukung sanksi baru, yang lebih keras, termasuk di antaranya mengurangi pasokan minyak ke Korea Utara, Beijing juga akan meminta negara lain melakukan tindakan lebih besar, kata Ruan Zongze, mantan diplomat China, yang bekerja untuk lembaga penelitian Lembaga Kajian Antarbangsa China.

Sepanjang pekan lalu, kementerian luar negeri China berulangkali membalas tekanan dari Barat dan Jepang yang meminta Beijing untuk berperan lebih besar bagi Korea Utara.

"Di satu sisi, sanksi-sanksi baru terus diberlakukan melalui banyak resolusi. Namun di sisi lain, uji coba nuklir dan rudal Korea Utara juga terus berlangsung," kata juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying, pada pekan lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI