Kepulangan Jemaah Haji Gunakan Sistem Eyab

Editor: KRjogja/Gus

MAKKAH, KRJOGJA.com – Sebanyak 13 kloter jemaah haji Indonesia dipulangkan pada gelombang pertama dari Bandara King AbdulAziz Jeddah, Sabtu (17/8). Ke-13 kloter tersebut berasal dari Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 1-4), Palembang (PLM 1), Lombok (LOP 1), Surabaya (1-3), Padang (PDG 1), Solo (SOC 1), Batam (BTH 1) dan Ujung Pandang (UPG 1).

"Jaga kemabruran haji sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa ciri haji mabrur yakni memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam. Peduli pada sesama serta memberikan rasa aman. Selain itu meningkatkan kesalehan pribadi dengan kian rutin ibadah dan kesalehan sosial,” ucap Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin saat melepas jemaah Kloter 1 JKS di Hotel Tarawat Al Misfalah, Sabtu (17/8) dini hari waktu Arab Saudi.

Dalam kesempatan tersebut Lukman juga menyampaikan permohonan maaf pada jemaah jika saja selama melayani jemaha bersama petugas haji lain memiliki banyak kekurangan. Masukan, saran dan kritik akan menjadi bahan evaluasi guna perbaikan di waktu mendatang.

"Meski sudah seoptimal dan semaksimal mungkin mengerahkan yang terbaik, tapi tentu tidak luput dari kekurangan. Karena itu  mewakili seluruh petugas haji Indonesia, selaku Amirul Hajj saya perlu menyampaikan permohonan maaf jika ada pelayanan yang kurang," ucapnya.

Tidak lupa Lukman mengingatkan jemaah agar bersyukur karena telah menunaikan ibadah haji. Pasalnya tidak semua penduduk Indonesia dapat kesempatan menunaikan haji.

Terpisah Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat menjelaskan saat kedatangan jemaah sudah menikmati program fast track yang memungkinkan proses imigrasi dipercepat. Prosesnya dilakukan di tanah air sehingga saat tiba di Jeddah atau Madinah, jemaah tidak lagi melalui pemeriksaan imigrasi.

"Nah pada haji tahun ini, pemerintah Arab Saudi melakukan uji coba hal serupa, tapi proses pemulangan. Mereka sebut Eyab. Merupakan bahasa Arab Dihaban wa Eyaban. Dihab itu pergi, Eyab itu balik atau pulang. Mereka mencoba tahun ini sejak kepulangan pertama. Tapi dimulai JKS 4 sampai dengan 28 Agustus atau 11 hari," terang Arsyad.

Sementara Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Asep Subhana mengatakan pihaknya sudah menyiapkan angkutan bus antar kota untuk membawa jemaah ke bandara maupun mengantarkan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah. Enam perusahaan bus siap mengoperasikan armadanya untuk melayani pergerakan jemaah tersebut.

"Untuk tiap kloter disiapkan 8-10 bus. Tergantung nanti jumlah jemaah dalam tiap kloter sehingga bisa menyesuaikan," ucap Asep. (Feb)

 

 

BERITA REKOMENDASI