Keputusan Arab Saudi Gelar Haji Terbatas Dipuji

RIYADH, KRJOGJA.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik keputusan Arab Saudi untuk menggelar haji tahun ini dengan jumlah jamaah yang sangat terbatas karena pandemi virus corona.

Tahun ini, Riyadh hanya mengizinkan 1.000 orang yang sudah tinggal di Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji. Jumlah itu sangat jauh dibandingkan 2019, di mana 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia ikut ambil bagian.

“Ketika beberapa negara mulai membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka, pertanyaan tentang bagaimana mengadakan pertemuan sejumlah besar orang dengan aman telah menjadi semakin penting,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagaimana dilansir Arab News.

“Ini terutama berlaku untuk salah satu pertemuan massa terbesar di dunia, ziarah tahunan haji.”

Tedros mengatakan, keputusan itu datang atas dasar penilaian risiko dan analisis berbagai skenario, sesuai dengan pedoman organisasi untuk melindungi keselamatan jemaah haji dan mengurangi risiko penularan infeksi.

Berbicara di Jenewa selama konferensi pers harian Covid-19, Tedros mengatakan WHO mendukung keputusan Arab Saudi, menambahkan bahwa semua negara harus membuat keputusan sulit untuk menempatkan kesehatan masyarakat di garis depan.

“Kami memahami bahwa itu bukan keputusan yang mudah untuk dibuat dan kami juga memahami itu adalah kekecewaan besar bagi banyak Muslim yang berharap untuk melakukan ziarah mereka tahun ini,” katanya. “Ini adalah contoh lain dari pilihan sulit yang harus dilakukan semua negara untuk mengutamakan kesehatan.”

BERITA REKOMENDASI