Kesenian Tradisional Indonesia Meriahkan Peringatan Hari PBB

BANGUI, KRJOGJA.com – Prajurit TNI yang bertugas sebagai peacekeepers misi perdamaian PBB, yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, beberapa waktu lalu memeriahkan peringatan hari jadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-72 tahun 2017 di Log Base Minusca, Bangui, Republik Afrika Tengah.
 
Tanggal 24 Oktober merupakan hari yang diperingati oleh seluruh peacekeepers sebagai Hari PBB, hal ini terkait dengan waktu dari pelaksanaan ratifikasi piagam dan pembentukan organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa tersebut.
 
Seluruh personel PBB dan perwakilan peacekeepers kontingen Minusca dari kalangan Militer, Kepolisian dan Sipil yang berada Bangui, Republik Afrika Tengah melaksanakan acara peringatan Hari PBB (UN Day) tersebut. Turut hadir diantaranya, Perdana Menteri Republik Afrika Tengah Mr. Simplice Sarandji dan Special Representative of the Secretary General (SRSG) Mr. Parfait Onanga Anyanga.
 
Pada kesempatan tersebut, Perdana Menteri Republik Afrika Tengah Mr. Simplice Sarandji mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang telah diberikan oleh Minusca terhadap negaranya. “Dengan adanya bantuan ini, semoga dapat membantu mempercepat perkembangan negara yang sedang berkonflik ini menuju ke arah yang lebih baik,” katanya.
 
Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari PBB ke-72 tahun 2017, Pasukan Garuda Kontingen Indonesia mendapat kehormatan untuk memeriahkan acara tersebut dengan menampilkan kesenian tradisional Gatot Kaca dan Bambangan Cakil.  Hal ini merupakan suatu kesempatan yang sangat langka, dimana Pasukan Garuda dapat menampilkan tarian tradisional Indonesia dihadapan para pejabat teras Minusca, terlebih lagi dihadapan Kepala Pemerintahan Republik Afrika Tengah.
  
Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. mengatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan bangsa-bangsa lain yang tergabung dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah dapat mengenal kebudayaan Indonesia, sehingga harapannya kebudayaan Indonesia yang begitu banyak, lebih dikenal luas dikalangan dunia Internasional. (*)

BERITA REKOMENDASI