KJRI Chicago Bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik Selenggarakan Lomba Disain Motif Batik

YOGYA, KRJOGJA.com – Industri batik merupakan salah satu sektor yang selama ini memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional dan banyak membuka lapangan kerja. Sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.

Industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Industri batik mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan produknya telah diminati pasar global. Industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia.

Batik adalah identitas bagi bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat melalui pengakuan UNESCO yang menyatakan bahwa batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya tak benda milik dunia pada bidang Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Selain itu, batik merupakan seni kerajinan yang termasuk dalam industri kreatif dan saat ini trennya terus berkembang di masyarakat.

KJRI Chicago bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri-Kementerian Perindustrian turut memberikan kontribusi pada pengembangan industri batik melalui kegiatan Lomba Desain Motif Batik dengan Tema “Best of Both Worlds: How Batik Bridges the Two Nations”. Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2021 lalu. Lomba berlangsung selama bulan Oktober 2021 dengan sasaran peserta berasal dari WNI yang berdomisili di Indonesia, Diaspora Indonesia (WNI dan WNA) dan Warga Negara AS yang berdomisili di 50 Negara Bagian AS.

“Dengan diadakan lomba disain motif batik ini diharapan dapat memperkenalkan batik Indonesia kepada publik Amerika Serikat, mengetahui selera masyarakat Amerika Serikat terhadap batik, menjajagi pangsa pasar batik di Amerika sehingga para pelaku industri batik bisa membuat batik yang dapat memenuhi selera konsumen masyarakat Amerika,” jelas Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Dra. Hendra Yetty, M.Si dalam sambutannya.

BERITA REKOMENDASI