Korban Ledakan Tambang China Jadi 33 Orang

JINSHANQOU (KRjogja.com) – Sebanyak 33 orang yang terjebak di tambang batu bara di China akibat ledakan ditemukan telah meninggal dunia. Informasi itu disampaikan oleh Kantor Berita Pemerintah China. 

Tim penyelamat telah bekerja sekuat tenaga untuk mengevakuasi para penambang sejak ledakan yang terjadi pada Senin pagi 31 Oktober di daerah barat daya Chongqing. Demikian sebagaimana dilansir BBC, Rabu (2/11/2016).

Menurut berita dari People’s Daily, semua jasad korban telah ditarik dari tambang Jinshanqou. Semua korban yang tewas juga telah diidentifikasi. Otoritas terkait juga telah mengonfirmasi bahwa dua orang penambang berhasil menyelamatkan diri saat terjadi ledakan. Menurut petugas keamanan, penyebab ledakan masih belum jelas. Tapi, insiden kecelakaan tambang di China biasanya disebabkan oleh kebocoran gas, meskipun usaha peningkatan keamanan telah dilakukan. 

Saat ini, otoritas setempat telah diperintahkan agar dilakukan investigasi terkait ledakan tambang yang menewaskan 33 penambang. Bahkan, mereka juga telah memerintahkan agar sejumlah tambang kecil yang ada di daerah setempat agar ditutup untuk sementara waktu. China selama ini diketahui sebagai produsen dan konsumen batu bara terbesar di dunia. 

Menurut data dari media lokal di China, tambang Jinshanqou dapat memproduksi 60 ribu ton batu bara per tahun. Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan melanda tambang batu bara di Chongqing, China, pada Senin 31 Oktober 2016, sekira pukul 11.30 waktu setempat. Dua penambang berhasil meloloskan diri, sementara 33 lainnya terjebak di dalamnya. Selasa 2 November, Wakil Wali Kota Chongqing Ma Huaping melaporkan, 13 penambang ditemukan dalam keadaan tewas. (*)

BERITA REKOMENDASI