Korban Tewas Unjukrasa di Chile Capai 13 Orang

Editor: Ivan Aditya

CHILE, KRJOGJA.com – Sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasaberujung rusuh di Chile. Korban terbaru adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. 

Pejabat kementerian dalam negeri Chile berkata bocah itu ditabrak mobil van saat demonstrasi di Arica, utara Santiago, ibu kota Chile.
Ribuan orang berkumpul lagi di Plaza Italia, pusat demonstrasi di Santiago. 

"Kita tidak bisa tenang. Kami harus terus mengekspresikan diri karena kami belum mencapai apa-apa, karena penindasan terus berlanjut dan juga (pemerintah) terus menandatangani perjanjian palsu, seperti perjanjian damai," kata Claudia Ortolani.

Rekan seperjuangan Ortolani bersiap melawan polisi, namun aparat membubarkan kerumunan dengan gas air mata dan meriam air. 

Sementara itu, sekitar seratus orang menggelar aksi protes di luar Costanera Center, mal terbesar di Amerika Selatan. Pedemo berhadapan dengan 20 polisi anti huru hara di pintu masuk. 

Sejak 18 Oktober 2019, warga Chile melakukan demonstrasi menentang kesenjangan sosial dan ekonomi juga lahan politik yang dikuasai keluarga terkaya di sana. Rancangan konstitusi baru tidak mampu meredam kemarahan warga. Pedemo justru makin beringas hingga terjadi kerusuhan dan pertumpahan darah. (*)

BERITA REKOMENDASI