Korsel Hentikan Kerja Sama Intelijen dengan Jepang

Editor: Ivan Aditya

KORSEL, KRJOGJA.com – Korea Selatan menyatakan akan mengakhiri pakta kerja sama intelijen militer dengan Jepang menyusul perseteruan diplomatik dan perdagangan antara kedua negara terkait sejarah masa lalu.

"Melanjutkan kesepakatan kerja sama ini, yang diteken untuk memfasilitasi pertukaran informasi sensitif militer antara kedua negara, tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional kami," ucap seorang pejabat keamanan nasional Kantor Kepresidenan Korsel, Kim You-geun.

Pemerintahan Presiden Moon Jae-in membatalkan perjanjian kerja sama General Security of Military Information Agreement (GSOMIA) itu setelah Jepang menghapus Korsel dari "daftar putih" negara yang bisa menikmati fasilitas kontrol ekspor minimum.

Dengan demikian, pengekspor dari Negeri Ginseng harus melalui prosedur administratif tambahan sebelum bisa menjual produknya di pasar Jepang. Kim mengatakan Tokyo mengambil langkah tersebut dengan alasan isu keamanan dan kehilangan kepercayaan terhadap Seoul "tanpa alasan dan bukti yang kuat."

Menteri Pertahanan Jepang, Takashi Iwaya, menyayangkan keputusan Korsel mengakhiri GSOMIA yang dianggap memperlihatkan bahwa Seoul tidak menghormati kepentingan keamanan antara Jepang-Korsel, bahkan Amerika Serikat, terutama dalam menghadapi isu Korea Utara. (*)

BERITA REKOMENDASI