Korut Ancam Eksekusi Mati Mantan Presiden Korsel

PYONGYANG, KRJOGJA.com – Korea Utara (Korut) menerbitkan perintah untuk mengeksekusi mati mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye. Perempuan berusia 64 tahun itu dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh kantor berita Korut, KCNA. Park Geun-hye dikatakan mendalangi rencana pembunuhan terhadap Kim Jong-un pada 2015. Karena itu, politikus Partai Saenuri tersebut bersama dengan Kepala Intelijen Korsel, Lee Byung-ho, dihukum mati oleh Korut.

“Kami mengumumkan di dalam dan luar negeri bahwa kami akan menjatuhkan hukuman mati kepada pengkhianat Park Geun-hye dan bonekanya, mantan kepala intelijen, para penjahat terorisme yang disponsori negara yang ingin menyakiti pemimpin tertinggi DPRK,” bunyi artikel KCNA tersebut, melansir dari Reuters, Kamis (29/6/2017).

“Kami menyatakan bahwa seandainya Amerika Serikat (AS) dan pasukan boneka Korsel kembali mencoba terorisme yang disponsori negara yang menargetkan kepemimpinan tertinggi, kami akan menjatuhkan hukuman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” sambung berita tersebut.

KCNA mengaku mendapatkan bukti Park Geun-hye terlibat rencana pembunuhan lewat sebuah pencerahan. Meski bukti tidak dipaparkan, harian Jepang melaporkan pada pekan ini bahwa perempuan itu menyepakati rencana penjatuhan rezim Korut dari tangan Kim Jong-un pada 2015.

Badan Intelijen Korsel (NIS) mengatakan ancaman terhadap warganya oleh Korut tersebut tidak bisa dimaafkan. NIS menyebut pemberitaan terkait rencana pembunuhan Kim Jong-un oleh agen mata-mata Korsel sangat tidak berdasar alias karangan belaka. (*)

BERITA REKOMENDASI