Korut Luncurkan Rudal, Presiden Korsel Telefon Trump

WASHINGTON (KRjogja.com) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan melakukan pembicaraan intens melalui sambungan telefon dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in. Pembicaraan keduanya diketahui fokus membahas ancaman Korea Utara (Korut).

Dalam pembicaraan itu, kedua pemimpin negara sepakat dan berjanji untuk terus menerapkan tekanan diplomatik dan ekonomi yang kuat terhadap Korut. Melansir Reuters, Sabtu (2/9/2017), pihak Korsel juga dilaporkan berencana membeli peralatan militer kepada pihak Negeri Paman Sam dan hal ini telah disetujui oleh Presiden Trump.

Selain membahas Korut dan persenjataan baik Presiden Trump dan Presiden Moon juga sepakat untuk merevisi perjanjian yang membatasi tentang pengembangan rudal milik Korsel. Sebelumnya Korsel hanya bisa mengembangkan rudal dengan kisaran 800 kilometer (km) dan berat 500 kilogram (kg) di bawah perjanjian AS-Korsel yang terbentuk pada 2012.

Kedua orang penting itu merevisi perjanjian tersebut sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pertahanan Negeri Gingseng di tengah ancaman Korut yang semakin nyata. Pembicaraan ini dilakukan menyusul ulah Korut yang kembali menembakkan rudal ke arah wilayah Jepang. Keduanya berbicara pada Jumat 1 September.

Sebagaimana diberitakan, Korut menembakkan rudal ke arah Jepang pada Selasa, 29 Agustus lalu. NHK melaporkan rudal tersebut terpecah menjadi 3 bagian dan jatuh di wilayah perairan di Hokkaido. Rudal tersebut terbelah menjadi 3 bagian setelah ditembak oleh Militer Jepang.

Rudal diketahui ditembakkan sekira pukul 06.06 pagi waktu Jepang. Sementara itu, Militer Korsel menyatakan, Rudal ditembakkan dari wilayah Sunan di dekat ibukota Korea Utara Pyongyang tepat sebelum pukul 6 pagi. (*)

BERITA REKOMENDASI