Kudeta Milter Myanmar Tewaskan Enam Demonstran

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Sedikitnya enam demonstran anti-junta militer Myanmar dilaporkan tewas sejak kudeta berlangsung pada 1 Februari lalu. Media lokal dan independen Myanmar, The Irrawaddy, melaporkan bahwa kepolisian dan militer merazia sebuah distrik di Mandalay pada Sabtu akhir pekan lalu untuk menciduk setiap pegawai negeri yang mengikuti protes anti-kudeta dan melakukan mogok kerja.

Aparat keamanan dilaporkan turut menggunakan peluru tajam, peluru karet, hingga gas air mata, dalam razia tersebut. Bentrokan antara aparat dan pedemo tak terelakkan setelah para pengunjuk rasa berupaya melindungi sekelompok pegawai negeri yang tengah ikut melakukan aksi protes menentang pemerintahan junta militer Myanmar.

Dua pengunjuk rasa dilaporkan tewas seketika dan lebih dari 25 orang lainnya terluka dalam bentrokan akhir pekan lalu itu. Kedua pedemo itu merupakan Ko Wai Yan Tun dan Ko Thet Naing Win. Keduanya tewas seketika setelah ditembak mati oleh aparat keamanan.

Pada Sabtu malam, seorang warga sipil, Ko Tin Htut Hein, juga dilaporkan ditembak mati oleh polisi di sebuah van yang tengah ia kendarai di Kotapraja Shwepyithar, Yangon, saat bertanya mengapa mobilnya dicegat dan dituduh melanggar jam malam.

The Irrawaddy juga melaporkan sekitar 83 orang, termasuk beberapa pengunjuk rasa yang terluka parah, ditangkap aparat tanpa mendapatkan perawatan medis. (*)

BERITA REKOMENDASI