Kumandangkan Adzan, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL (KRjogja.com) – Hanya karena mengumandangkan Adzan pada waktu Subuh, seorang Imam Masjid di Palestina dikenakan sanksi denda. Adzan Subuh itu dikumandangkan di kota Lod, sekitar 15 km arah Tenggara dari Tel Aviv.

Pihak berwenang di kota Lod kemudian menghukum denda seorang Imam Masjid Palestina karena mengumandangkan Adzan dengan menggunakan pengeras suara. Hukuman denda bagi Imam Palestina itu 750 shekel atau sekitar Rp 2,6 juta.

Imam masjid itu bernama Syaikh Mahmoud Alfar. Ia merupakan warga Palestina yang tinggal di lingkungan Shnir di Lod. Hukuman denda bagi ini menjadi kasus pertama pemberian sanksi atas larangan Adzan, pasca diajukannya RUU Anti-Adzan Israel di Knesset.

Pihak keluarga Syaikh Alfar, pun tidak habis pikir, bahwa hanya karena kumandang Adzan, keluarganya didenda. Padahal solusi atas hal ini dapat dibicarakan melalui dialog.

“Tidak ada keraguan bahwa kota ini [Lod] mengambil keuntungan dari suasana dan pengajuan ‘RUU anti-Adzan’ dalam rangka agar tampak memerangi para muadzin di Lod, dengan mengutip ketetapan hukum yang akan menghalangi kami,” ujar, Syaikh Adel Alfar, saudara Imam Masjid Syaikh Mahmoud.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, telah memberikan dukungannya agar rancangan undang-undang Anti- Adzan ini dapat disahkan Parlemen Israel, walaupun penduduk Muslim, Kristen, dan Yahudi memberikan kritikan pedasnya atas RUU itu. (*)

BERITA REKOMENDASI