Kumpulan Massa Demo Floyd Dikhawatirkan jadi Klaster Baru

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Sepekan sudah aksi demonstrasi terkait kematian dari seorang pria berkulit hitam George Floyd, usai seorang polisi berlutut menekan lehernya hingga kehabisan napas. Aksi demonstrasi di tengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia, memberikan dampak yang lebih besar dalam penambahan kasus seperti yang terjadi di Texas, Amerika Serikat.

Texas mengalami lonjakan dalam kasus virus corona terutama di Dallas dan Houston. Menurut Dallas County Health dan Human Service, kota itu mencatat 298 kasus positif Covid-19 pada hari Jumat, 5 Juni 2020 lalu, sehingga total menjadi 11.541.

Sebelumnya, Kota Dallas juga mencapai kasus tertinggi pada Kamis, 5 Juni 2020 lalu, dengan 285 kasus baru. Harris County yang merupakan wilayah Houston berada, mencatat 222 kasus pada Kamis, 5 Juni 2020 lalu, sehingga jumlah total mencapai 13.940 berdasarkan data Harris County Public Health.

Menurut Texas Health dan Human Service, negara bagian Amerika Serikat itu, telah memiliki 71.613 kasus yang telah dilaporkan. Sebelumnya, Gubernur Texas, Greg Abbott mengumumkan fase pertama pembukaan kembali negara bagian itu pada akhir April lalu.

Kemudian pada pertengahan Mei, Texas memasuki fase kedua yang memungkinkan restoran untuk kembali dibuka dan dapat menerima makan ditempat dengan maksimal 50 persen dari kapasitas.

Pada hari Rabu yang lalu, Texas memulai fase tiga dengan peraturan baru yang berlaku. Melihat terjadinya peningkatan kasus, Abbott memberikan tanggapannya usai Memorial Day. “Ada peningkatan di berbagai bidang karena alsan yang berbeda,” ujar Gubernur Texas, Greg Abbott. (*)

BERITA REKOMENDASI