Kunjungan Menlu AS dan PM Jepang ke Indonesia, Terkait Laut China Selatan?

Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga akan melaksanakan perjalanan ke Indonesia untuk bertemu dengan rekan setaranya guna “mengafirmasi visi kedua negara tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” demikian seperti dikutip dari state.gov.

Lantas, ada apa dengan ‘Indo-Pasifik’ yang kerap disebut-sebut dan menjadi perhatian para pejabat dan pemimpin dunia ketika berkunjung ke atau bertemu dengan rekannya dari Indonesia?

Dari segi geo-spasialitas, Indo-Pasifik secara luas dipahami sebagai ruang yang saling berhubungan antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Bentangannya diperdebatkan mulai dari pantai timur Afrika hingga pantai barat Amerika Serikat, meskipun dengan variasi definisi tergantung pada masing-masing aktor dan posisi geografis mereka sendiri di hamparan luas tersebut.

Dalam pemahaman yang lebih fungsional, keterkaitan dan kesalingtergantungan dari dua samudera adalah produk dari kekuatan globalisasi yang berkembang, perdagangan dan persamaan yang berubah antara berbagai aktor yang telah mendobrak batas-batas lama dan membuka jalan baru. Mobilitas yang meningkat di seluruh lautan telah membantu merumuskan pendekatan terintegrasi.

“Mengingat bahwa ia berisi rute laut paling penting di dunia, negara-negara terpadat di dunia yang mendorong permintaan energi tinggi di pinggirannya dan bentangan yang merangkum kepentingan global terbaik, Indo-Pasifik dianggap sebagai pusat dunia dalam hal politik dan ekonomi,” jelas Udayan Das, asisten profesor Ilmu Politik di St Xavier College, India dikutip dari the Diplomat, Minggu (25/10/2020).

BERITA REKOMENDASI