Latihan Bersama Amerika – Korsel, Picu Kemarahan Korut

Editor: Ivan Aditya

KORSEL, KRJOGJA.com – Pemerintah Korea Utara kembali mengecam latihan perang bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang digelar mulai pekan ini. Mereka menyatakan hal ini adalah sikap yang tidak sejalan dengan upaya perdamaian di Semenanjung Korea.

"Kegiatan militer AS dan Korea Selatan yang mencurigakan adalah bentuk pelanggaran atas kesepakatan yang ditandatangani antara Washington dan Pyongyang, dan sudah dideklarasikan Korea Utara yang berjanji untuk menyudahi konflik," demikian pernyataan pemerintah Korut.

Angkatan bersenjata AS dan Korea Selatan pekan ini akan menggelar dua latihan perang skala kecil selama sembilan hari. Masing-masing dengan sandi 'Dong Maeng' dan 'Aliansi'. Hal ini sebagai ganti dua latihan militer skala besar dengan sandi 'Key Resolve' dan 'Foal Eagle'. Keduanya beralasan kegiatan itu tetap dilakukan untuk menekan ketegangan dengan Korea Selatan.

Sampai saat ini angkatan bersenjata AS menyiagakan 30 ribu tentara di Korea Selatan. Presiden AS, Donald Trump, sempat berjanji akan menghentikan latihan perang yang dianggap sebagai provokasi oleh Korea Utara, dalam pertemuan dengan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, di Singapura pada Juni 2018.

Kendati demikian, pertemuan kedua mereka di Hanoi, Vietnam pada akhir Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan apapun. Padahal banyak pihak menantikan kemajuan perundingan soal denuklirisasi, pencabutan sanksi, dan perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara. (*)

BERITA REKOMENDASI