Layanan Bagi Jemaah Haji Dinilai Optimal

Editor: Ivan Aditya

MADINAH, KRJOGJA.com – Pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji mendapat pengawasan internal secara ketat dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI sebagai salah satu pengejawantahan PMA No 42 Tahun 2016. Hasilnya, sejumlah bidang penyelenggaraan sudah sesuai dengan harapan.

"Kami turunkan dua tim pengawasan dan pemantauan yang bekerja selama sekitar 25 hari yang pada aplikasinya di laangan dengan mendengar dari jemaah langsung," ucap Sekretaris Itjen Kemenag RI Muhammad Tambrin kepada Tim MCH di Kantor Urusan Haji Indonesia Madinah, Rabu (21/08/2019) malam.

Dijelaskannya, pelaksanaan pengawasan sudah diawali sejak sebelum penyelenggaraan ibadah haji, meliputi pemilihan akomodasi, transportasi dan katering. Setelah itu dilanjutkan pengawasan dan audit di Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah Saudi Arabia.

"Sedang saat ini kami lakukan pengawasan operasional haji 2019. Ada beberapa hal, seperti organisasi haji, pelaksanaan ibadah hingga layanan akomodasi, transportasi dan katering," imbuhnya.

Pengawasan tersebut menurut Tambrin secara berkesinambungan dilakukan di Madinah, Makkah dan Armuzna. Tidak hanya untuk haji reguler, Tim Pengawasan Itjen Kemenag juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggraaan PIHK.

"Hasilnya ada rekomendasi yang disampaikan pada Menag selaku Amirul Hajj sebagai bahan perbaikan tahun 2020 mendatang," ucapnya.

Penambahan kuota haji 10 ribu jemaah pada 2019 menurut Tambrin juga menjadi salah satu konsen pengawasan untuk dikawal secara maksimal. Dan hasilnya disebutkan pada tataran penyelenggaraan, jemaah dapat dilayani dengan baik karena penyiapan fasilitas sudah dilakukan secara maksimal.

"Berdasar data dari teman-teman auditor, akomodasi sudah baik dan lancar. Demikian juga katering dan transportasi," ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi untuk layanan bus shalawat. Bahkan layanan transportasi ini mendapat sambutan positif jemaah yang menyebutkan penghubung jemaah dari hotel ke Masjidil Haram tersebut sangat representatif dan cukup mewah.

"Untuk akomodasi kami sudah melihat penitia menyiapkan hotel sekelas bintang 3 ke atas. Artinya Kemenag melalui PHU sudah maksimal memberikan pelayanan," katanya.

Pada pemantauan saat Armuzna, Tambrin menyebut jemaah haji mengungkapkan kepuasan atas fasilitas AC yang ada di tiap tenda. Hal tersebut sangat membantu menambah kekhusyukan jemaah sehingga ibadah dapat lebih maksimal.

"Ada keluhan soal toilet. Tapi hal itu kewenangan pemerintah Arab Saudi. Tentu saja kita tidak bisa memaksa. Sifatnya hanya sekedar menyampaikan aspirasi," jelasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI