Ledakan Nuklir Korut Tercatat BMKG

JAKARTA (KRjogja.com) – Korea Utara (Korut) menguji coba nuklir ciptaannya. Uji coba nuklir itu mengakibatkan gempa yang dirasakan hingga beberapa negara.

Aktivitas itu terdeteksi oleh beberapa lembaga monitoring gempa bumi antara lain The United States Geological Survey (Amerika Serikat), Das Deutsche GeoForschungsZentrum (Jerman), Japan Meteorological Agency (Jepang), European Mediterranean Seismological Centre (Eropa).

"Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan, ledakan terjadi pukul 07.30 WIB dengan kekuatan M=5,3. Pusat ledakan terletak di 19 kilometer arah timur kota Sungjibaegam, Korea Utara dengan titik pusat gempa di kedalaman 1 kilometer," kata Deputi Bidang Geofisika Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Masturyono dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Masturyono dampak ledakan kuat mencapai skala intensitas VI Modified Mercally Intensity (MMI) di kota Kilchu dan Hamgyongbukto, Korea Utara karena lokasinya paling dekat pusat ledakan. Guncangan kuat juga dirasakan di beberapa kota di China dalam skala intensitas III-V MMI.

Indonesia sebagai negara anggota perjanjian non proliferasi nuklir, kata dia, telah menandatangani ratifikasi pelarangan uji coba nuklir bawah tanah. Indonesia tentu berkewajiban ikut melakukan pemantauan ujicoba nuklir melalui sistem monitoring seismik yang dioperasikan BMKG.

Sebagai salah satu implementasi negara anggota perjanjian non proliferasi nuklir, maka mulai 2002 di Indonesia terpasang 6 stasiun seismik Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization (CTBTO) di Kappang, Sulawesi Selatan; Parapat, Sumetera Utara; Lembang, Jawa Barat; Kupang, NTT; Sorong dan Jayapura, Papua.

"Sistem peralatan ini dikelola oleh BMKG untuk mendukung monitoring ujicoba nuklir dari wilayah Indonesia," kata dia. (*)

BERITA REKOMENDASI