Liga Arab Minta Australia Batalkan Pemindahan Kedutaan ke Yerusalem

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Liga Arab mendesak Australia dan Brasil membatalkan sikap mereka mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurut mereka hal itu melanggar kesepakatan internasional mengenai status quo Yerusalem.

Resolusi itu disepakati 22 negara anggota, menyusul keputusan Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel pada akhir pekan lalu. Presiden baru Brasil, Jair Bolsonaro, juga mengumumkan rencana yang sama pada November lalu.

"Liga Arab memutuskan mengirim delegasi tinggi ke Brasil dan Australia untuk menginformasikan pejabat terkait tentang perlunya mematuhi hukum internasional mengenai Yerusalem," bunyi kutipan resolusi tersebut.

Resolusi itu diadopsi dalam pertemuan luar biasa Liga Arab di Ibu Kota Kairo, Mesir. Dalam dokumen itu, Liga Arab juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya terhadap rakyat Palestina.

Permintaan itu diungkapkan menyusul serangkaian operasi militer yang telah dilakukan Israel di Tepi Barat selama beberapa pekan terakhir. Operasi tersebut menyebabkan sejumlah warga Palestina tewas.

Perdana Menteri Scott Morrison berkeras menyatakan Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel. Namun, Morrison mengatakan Australia belum akan memindahkan kantor kedutaannya untuk Israel dari Tel Aviv ke kota tersebut.

Morrison sudah mengutarakan pertimbangan negaranya untuk relokasi kedutaan besar ini sejak Oktober lalu. Morrison mengatakan pertimbangan ini muncul lantaran proses perdamaian antara Israel dan Palestina tak kunjung usai. Penyebabnya adalah kedua negara memperebutkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka kelak. (*)

BERITA REKOMENDASI