Longsor Sri Lanka Tewaskan 150 Orang

Editor: Ivan Aditya

SRI LANKA, KRJOGJA.com – Setidaknya 150 orang tewas akibat longsor dan banjir yang menghantam Sri Lanka sejak pekan lalu. Badan Meteorologi Sri Lanka memperkirakan, curah hujan akan lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dengan jumlah orang yang terkena dampak mencapai 500 ribu orang, banjir dan longsor ini disebut-sebut sebagai bencana terparah di Sri Lanka sejak tsunami pada 2004 lalu. Organisasi Riset Bangunan Nasional akhirnya merilis peringatan bagi warga di tujuh distrik untuk segera melakukan evakuasi jika hujan tak kunjung reda dalam 24 jam.

Warga di Agalawatte mengatakan, mereka pesimistis air akan surut dalam waktu dekat. Mereka pun tak tahu cara mengevakuasi 47 jasad dan mencari 62 orang lainnya yang masih hilang.

"Semua akses ke desa kami terputus. Longsor membuat desa dan rumah-rumah terkubur. Tak ada yang bisa ke sana," ujar seorang warga Agalawatte, Mohomed Abdulla.

Akses ke sejumlah daerah lain juga terputus, termasuk kawasan wisata di Desa Neluwa. Para warga terperangkap banjir dan longsor dengan pasokan makanan yang sangat minim.

"Desa kami benar-benar tertutup dan tak ada yang bisa datang ke desa ini. Tak ada keperluan sehari-hari selama dua hari. Air sudah setinggi bangunan tiga lantai dan warga berlarian menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi," tutur seorang warga Neluwa, Chandrapala. (*)

BERITA REKOMENDASI