Macron Menyadari Negaranya Jadi Sasaran Penyerangan

Editor: Ivan Aditya

PRANCIS, KRJOGJA.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya sedang diserang usai terjadi penyerangan di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice yang mengakibatkan tiga orang tewas. Diketahui, penyerangan diduga kuat dilakukan oleh warga Tunisia. Dari tiga korban, satu diantaranya dipenggal oleh pelaku yang kini sudah ditangkap aparat setempat.

“Sekali lagi, pagi ini, tiga warga kami menjadi korban di Nice dan sangat jelas bahwa Prancis sedang diserang,” kata Macron.

Macron menyatakan Prancis tidak takut dengan tindakan terorisme usai terjadi penyerangan tersebut. Prancis, lanjutnya, tetap mempertahankan nilai-nilai sekularisme dan liberalisme yang selama ini dipegang.

Penyerangan yang terjadi di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice, Prancis mengakibatkan tiga warga setempat meregang nyawa. Satu diantaranya dipenggal oleh pelaku yang kini telah ditangkap aparat.

Pelaku tersebut diduga kuat merupakan warga Tunisia berusia 21 tahun bernama Brahim Aouissaoui. Dia belum lama berada di Eropa, yakni baru sejak awal Oktober lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI