Maduro Sandera Wartawan Amerika

Editor: Ivan Aditya

VENEZUELA, KRJOGJA.com – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyandera seorang jurnalis stasiun televisi Univision, Jorge Ramos, dan lima awaknya selama lebih dari dua jam. Hal itu terjadi hanya karena Maduro marah ketika disinggung soal kemiskinan dan dipertanyakan keabsahannya untuk memerintah negara itu dalam sebuah wawancara.

Ramos tidak membeberkan kapan peristiwa itu terjadi. Dia menyatakan menggelar wawancara dengan Maduro di Istana Kepresidenan Miraflores.

Dalam wawancara itu, Ramos sempat memperlihatkan kepada Maduro soal gambar-gambar anak-anak Venezuela yang sedang mengacak-acak tumpukan sampah untuk mencari makanan. Sesaat itu juga Maduro menghentikan wawancara.

"Saya juga bertanya apakah dia (Maduro) seorang presiden atau diktator, karena jutaan warga Venezuela tidak mengakuinya sebagai presiden yang sah," kata Ramos.

Ramos juga mengutarakan tudingan yang disampaikan pemimpin oposisi Juan Guaido, yang menyatakan Maduro bisa menang pemilihan umum karena curang. "Kami ditahan selama nyaris tiga jam di Istana Kepresidenan," kata Ramos.

Ramos kemudian mengontak kantornya. Stasiun televisi berbahasa Spanyol dan berbasis di Amerika Serikat lantas menerbitkan keterangan.

"(Maduro) Tidak suka dengan pertanyaan ketika wawancara dan kemudian menghentikan rekaman, menyita peralatan, dan menahan enam jurnalis. Seluruh kru Univision Noticias dibebaskan setelah nyaris tiga jam ditahan di Istana Kepresidenan," demikian isi pernyataan Univision.

Ramos dan kelima awaknya saat ini sudah kembali ke hotel. Namun, peralatan mereka masih disita oleh Maduro. Dia hanya berharap Maduro mengembalikan seluruh peralatannya dan mereka bisa kembali ke Miami, Florida pada Kamis mendatang. (*)

BERITA REKOMENDASI