Mahatir Mohamad Karifikasi Tulisan di Twitter

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad segera memberika klarifikasi terkait cuitannya menanggapi serangan di Prancis. Ia menilai ada salah tafsir atas tulisannya karena tidak dikutip secara menyeluruh.

“Mereka hanya menyoroti satu bagian dari paragraf 12 yang berbunyi: “Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Prancis akibat pembantaian di masa lalu. Mereka berhenti di paragraf itu dan menyiratkan bahwa saya sedang mempromosikan pembantaian Prancis,” tulis Mahathir dalam blog miliknya, chedet.cc.

Padahal, lanjutnya, orang harus membaca secara keseluruhan sebab pada kalimat berikutnya berbunyi: “Tetapi pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum pembalasan nyawa.” Menurutnya orang Prancis sebaiknya belajar untuk menghargai perasaan orang lain.

Meski demikian, unggahan Mahathir dihapus oleh Twitter karena ‘melanggar aturan mengenai glorifikasi kekerasan’. Pihak Facebook pun turut mengambil langkah serupa. (*)

BERITA REKOMENDASI