Mahmoud Abbas Minta Dunia Intervensi Keputusan Trump

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, meminta Paus Fransiskus dan para pemimpin negara besar agar mengintervensi keputusan Presiden Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, kota yang selama ini diperebutkan. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Abbas setelah dia menerima telepon dari Presiden Donald Trump untuk membicarakan pemindahan kedubes tersebut, meski tanpa rincian waktu.

“Setelah telepon dengan Trump, Presiden Abbas berbicara dengan presiden Rusia dan Perancis, juga Paus dan Raja Abdullah dari Yordania. Dia meminta mereka menolak langkah tersebut dan mengintervensinya agar tidak terjadi,” ujar juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah.

Dari semua pemimpin tersebut, salah satu tokoh yang memegang peranan penting dalam kisruh ini adalah Raja Abdullah karena Yordania merupakan pelindung situs suci umat Islam, Kristen, dan Yahudi di Yerusalem.

Raja Abdullah pun mengingatkan Trump bahwa keputusan tersebut dapat berisiko besar terhadap upaya perdamaian antara Israel dan Palestina karena kedua negara itu hingga saat ini memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota. “Yerusalem adalah kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” demikian bunyi pernyataan Istana Kerajaan Yordania.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga menyatakan dukungannya kepada Abbas. Dia mengatakan, Rusia akan terus mendukung upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina, termasuk mengenai status Yerusalem. (*)

BERITA REKOMENDASI