Makan Malam Bareng Selebriti, PM Jepang Menuai Kritikan

Editor: Ivan Aditya

JEPANG, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, dikritik setelah menghadiri jamuan makan malam bersama sejumlah selebriti setempat di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19).

Padahal Suga memerintahkan penduduk Negeri Sakura untuk tidak bepergian jika tidak ada urusan mendesak, guna menghindari penularan Covid-19. Pemerintah Jepang juga membatasi kerumunan tidak boleh dihadiri lebih dari lima orang untuk mencegah infeksi.

Akibatnya, dia dikritik oleh kelompok oposisi di parlemen. Suga menghadiri jamuan makan malam di sebuah restoran steak mewah di Distrik Ginza, Tokyo, pada 14 Desember malam waktu setempat.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokratik Liberal (LDP), Toshihiro Nikai, sejumlah pimpinan faksi di LDP, serta seorang anggota parlemen senior. Mereka semua berusia di atas 70 tahun, yang merupakan kelompok umur yang rentan jika terpapar Covid-19.

Dalam acara itu turut hadir sejumlah selebritis dan Kepala Fukuoka SoftBank Hawks yang juga mantan atlet bisbol, Sadaharu Oh. Jamuan makan malam yang dihadiri Suga direkam oleh kamera dari mulai kedatangan hingga dia meninggalkan lokasi.

Pemimpin mitra koalisi Komeito, Natsuo Yamaguchi, menyatakan kegiatan jamuan yang dihadiri oleh Suga memberi kesan negatif terhadap para penduduk terkait upaya melawan Covid-19. “Saya ingin dia (Suga) memikirkan hal itu sejak saat ini,” kata Yamaguchi.

Sekjen Partai Partai Demokratik Konstitusi Jepang, Tetsuro Fukuyama, bahkan menyebut Suga bersikap tidak bertanggung jawab dengan menghadiri jamuan itu. “Terkait pesta jamuan makan malam, politikus seharusnya melaksanakan protokol pencegahan dan menahan diri untuk menghadiri kegiatan seperti itu sebanyak mungkin. Seharusnya perdana menteri bisa menjadi panutan,” kata Fukuyama. (*)

BERITA REKOMENDASI